Merayakan Pergantian Tahun?

Saya sih biasanya nggak pernah merayakan di tempat-tempat umum yang padat. Soalnya malas. Kebayang, merayakan sesuatu di antara sekian banyak orang yang berdesakan, ah … nanti mental copet saya terusik. Dan kebayang juga, berada di kerumunan orang sepadat itu, baunya seperti apaaaa?

Kecuali kalau ada acara keluarga, seperti tahun ini (meskipun bukan malam pergantian tahun, tapi malam pertama di tahun baru), kemping bersama di Citere Camping Ground. Atau seperti tahun-tahun lalu, di leuweung sekalian, karena pendidikan dasar GPA biasanya berlangsung akhir tahun.

Tapi, bagi saya sih, malam pergantian tahun sama saja dengan malam-malam lainnya. Yang beda hanya acara televisi dan lalu-lintas yang macet, serta kembang api dan petasan yang jedar-jeder di lingkungan sekitar rumah.

Toh setiap hari adalah hari baru, bukan? Setiap hari yang punya keistimewaan sendiri, kejadian unik sendiri, atau kebosanan sendiri hehe …. Yang jelas, setelah ada Sakya, setiap hari memang terasa baru, dimulai dengan kena tendang atau dicolek-colek supaya bangun dan diakhiri dengan perasaan lega karena dia akhirnya tidur juga!

Begitu pun dengan resolusi, saya sih malas ah mengumbarnya, biar saya sendiri saja yang tahu. Meskipun katanya memang perlu untuk mengevaluasi hidup kita, tapi yang penting kita berencana dan nggak pasrah begitu saja terbawa arus, kan?

Apa pun pendapat saya, selamat tahun baru 2011!

Advertisements

Ujang … Apa-Apaan Ituuu?

Hari ini Ibuk dan Sakya main bersama Tante Vivi ke Cioss Patirempah, ketemu Tante Ita yang ternyata namanya Jawa pisan dan anak bungsunya, Cendana Ratu si boru Lubis.

Eh, sedang asyik-asyik main sobek-sobek tisu, ada gerakan ganjil yang sempat kefoto oleh Tante Vivi dan bikin Ibuk bingung. Itu lagi apa Jaaaang? Jurus kuda-kuda sembari berdoa sekaligus ngeden? :p