Misteri “ACICICICIIIIIA!”

Dulu waktu belum punya anak, saya selalu kagum kepada ibu-ibu yang mengerti kata-kata si anak yang baru bisa ngomong. Padahal mereka kan cuma ngoceh-ngoceh nggak jelas gitu? Tapi dulu ada seorang ibu (saya lupa siapa) yang bilang, tunggu aja nanti kalau punya anak sendiri, biasanya sih ibu-ibu yang paling mengerti ocehan aneh itu.

Eh ternyata memang betul, si Ibuk yang paling mengerti kata-kata Sakya. Sebetulnya sih bisa dikategorikan sebagai begini: kata-kata yang sudah jelas (bahasa Spanyolnya mah BENTES :D) seperti Bapak, Mamak, Nenek, Emak (eh belakangnya -k semua hihi); kata-kata yang sudah hampir jelas/mendekati kata sebenarnya seperti motoh (motor), akoh (akod), tahtoh (traktor), pssss (bis); kata-kata yang hanya diambil suku kata paling belakang saja seperti puk (kerupuk), apah (jerapah), tu (sepatu); dan kata-kata “isyarat” yang diciptakan oleh dia sendiri berdasarkan ciri kata/benda itu, seperti “srup srup” (minum), ngggeeeekkk! (gajah *sambil memeragakan belalai gajah*), dan lain-lain.

Hampir semua kata bisa Ibuk mengerti, meskipun kadang-kadang lama dan Sakya hampir frustrasi (hahaha … ya ma’ap). Tapi ada satu yang sampai sekarang nggak ketahuan artinya apa: ACICICICICIIIIA!

Biasanya dia menyebut kata ini kalau melihat orang menggulung sesuatu, entah kabel, tali, sabuk, pokoknya yang digulung-gulung. Dan biasanya ngomong begitu sambil ikut-ikutan, pura-pura menggulung. Tapi anehnya, kata ini juga sering dia teriakkan di kamar mandi, kalau pengen main busa sabun. Si Nini awalnya menduga kalau maksudnya adalah “Makasih yaaa!”, tapi ternyata dia bilang “Acih!” untuk terima kasih.

Jadi apa itu artinya, entahlah. Mungkin hanya sound effect yang dia ciptakan sendiri untuk kegiatan gulung-menggulung. Atau ada yang bisa menerjemahkan? 😀

Advertisements