PAAAAHUUUUUUDDD!!! Syakolah Nini Aing! :p

Gaya pisan, kecil-kecil udah sekolah. Ya gimana lagi kalo neneknya punya TK, jadinya Sakya didaftarin masuk PAUD–Pendidikan Anak Usia Dini. Sekolahnya tiga hari seminggu, Selasa-Kamis-Sabtu, cuma dari jam 9 sampe jam 10. Sekolahnya baru mulai tiga minggu lalu. Karena Sakya masih suka susah mengucapkan kata dengan dua huruf vokal berimpit (seperti maaf jadi mahap), jadi PAUD pun dia ucapkan PAAAAHUUUUUUDDD! (dengan nada yang khas, waduh susah nyeritainnya euy)

Kebanyakan anak lain sudah tiga tahun, jadi Sakya termasuk yang paling kecil (dulu kata ibu gurunya paling gede badannya, tapi ternyata sekarang ada beberapa yang lebih gede). Si Ibuk sih nggak ambisius, soalnya takut Sakya bosan dan mogok sekolah (karena perjalanan hingga masuk SD masih jauuuuh). Jadi udah bilang sama ibu gurunya, Sakya dianggap anak bawang aja. Kalau nggak mau sekolah ya nggak bakal dipaksa. Pernah pas mau sekolah malah ketiduran, yasud biarin aja hihiii ….

Karena cuma satu jam tiap sekolah, kegiatannya ya gitu deh: masuk, nyanyi, berdoa, kegiatan utama (dongeng, menggambar, menempel, dll), berdoa lagi, makan, berdoa, bubar deh (boleh main dulu di halaman sebelum pulang).

Tapi namanya juga anak-anak balita, suasana kelas masih kacau. Ada yang kabur melulu, ada yang datang-datang suka langsung buka tempat bekal makanan dan ngabisin bekal (terus pas waktunya makan jadi celamitan kanan kiri, hahahaa), ada yang berantem melulu, ada yang masih harus ditemani ibunya, macem-macem deh.

Sakya masuk golongan yang mana? Dia yang terakhir, harus ditemani si Ibuk (yah, jago kandang tuuuuuh hihi). Terus dia di kelas malah banyakan diam, merhatiin ibu guru, merhatiin teman-teman sekelas, tapi nanti kalau pulang ke rumah cereweeeeet cerita sekolah tadi. Terus dia senang sekali kegiatan menggambar & menempel, dan pernah bangga banget karena dapat tato bintang di tangan karena berhasil jawab pertanyaan ibu guru. Tapi kalo disuruh nyanyi malah bisik-bisik, payaaaaaah!

Nah, ada satu lagu yang biasa dinyanyiin di kelas, yang liriknya begini: “TK Armia siapa punya, TK Armia siapa punya, TK Armia siapa punya, yang punya kitaaaa semuaaaa!” Sialnya, waktu itu Sakya pernah mencuri dengar percakapan kami-kami di rumah, yang lagi ngobrolin dia, intinya “Semoga dia nggak jadi preman karena belajar di ‘sekolah nini aing’–sekolah nenek saya.”

Eh … ternyata malah hasil curi dengar itu yang nempel banget di otaknya, jadi kalo dia ditanya sekolahnya di mana, pasti jawabnya “Syakolah nini aing!” Terus kalau lagu itu dinyanyiin di kelas, biasanya dia cengar-cengir sambil bisik-bisik “syakolah nini aing …” *Tepok jidat!*

Oiya foto menyusul, soalnya foto pas hari pertama sekolah ada di hp si Bapak dan belum dipindahin ke komputer.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s