Hati-Hati Curanmor

Pernah nggak ngalamin, curhat sama seseorang yang kita percaya, eh tau-tau si curhatan kita itu bocor ke orang lain, atau dipakai sebagai serangan balik ke diri kita sendiri?

Saya pernah. Beberapa kali. Akhirnya kapok curhat-curhat urusan yang sangat pribadi sama orang lain. Akhirnya jadi sangat selektif memilih curhatan mana yang aman dan mana yang berbahaya kalau sampai terdengar oleh telinga orang yang salah.

Kalau urusan curhat, saya ngerasa udah cukup berhasil menahan, ciehhhh hahaha …. Nah, yang ini yang susah: ngegosipin orang. Kalo sekadar ngegosip tanpa tendensi apa-apa, misalnya cerita tentang si A yang sekarang sedang di anu, atau si B yang lagi bahagia karena sesuatu, nggak masalah ya. Yang susah nahan ini kalo ngegosip dibumbui perasaan, tentu saja yang paling sering adalah perasaan sebal.

Kadang-kadang, setelah selesai ngegosip, suka terpikir sendiri, apa nanti saya pun digosipin sama orang lain sesadis itu ya? Males bangettttt …. Nah, untuk urusan ini, masih susah menghindar dan menahan diri.

Semua ini jadi berpengaruh dengan sistem pertemanan. Akhirnya, saya pikir, ya sudah … berteman saja banyak-banyak, selama nggak ada kerugian yang akan saya derita dengan pertemanan itu. Tapi berteman dekat? Ternyata yang bisa dipercaya hanya segelintir, yang sudah terseleksi selama bertahun-tahun bersama. 🙂

Advertisements