Weaning with Laugh

ImageSaya sering baca di mana-mana ada istilah weaning with love. Menyapih dengan cinta, cenah. Jadi, cara menyapihnya bukan dengan dipaksa, seperti puting (mahap) diolesi obat merah atau yang rasanya pait seperti bratawali. Tapi dengan bujukan, rayuan, dan sebangsanya.

Saya sempat agak khawatir Sakya susah disapih, soalnya sejarah dari keluarga saya pada lama nenennya. Si Abang dan saya sampai tiga setengah taun, si Papap lebih parah, lima tahun! Dua keponakan saya juga nenen sampai TK. Kalau dari keluarga si Bapak sih nggak, dia aja cuma beberapa bulan dapat ASI, karena si Nenek sakit. Tapi, saya juga nggak mau kalau dia langsung disapih tiba-tiba pas umur dua tahun, kasiaaaaaan.

Waktu Sakya masuk umur dua tahun lewat tiga atau empat bulan, dia mulai agak lupa nenen. Apalagi kalau sibuk main. Tapi sebelum tidur siang atau malam sih wajib. Tapi, kalau ditinggal dan cuma sama Emak, dia bisa-bisa aja tuh tidur tanpa nenen. Nah, pas bulan Desember, selama dua minggu si Ibuk ada gawean di Baros, dari siang sampe sore (kadang-kadang sampe rumah malam). Jadi dia tidur siang dan kadang-kadang tidur malam cuma ditemenin si Emak.

Mungkin karena sudah latihan, lama-lama nggak terlalu nyari nenen. Mulainya sekitar tiga minggu terakhir ini, dari pertengahan Desember. Masih suka minta sih, “Buk nenen, buk nenen,” tapi bisa ditolak dengan halus dan dialihkan. Ini diaaaa … pengalihan nenennya yang repot!

Jadi yaaa, sebelum tidur siang dan tidur malam, si Ibuk harus berbaring di sebelah Sakya sambil ngacapruk. Mulai dari bacain buku, cerita tanpa buku, nyanyi, sampe si Ibuk seringkali ikut ketiduran saking pegel mulut hahaha …. Dan tentu saja ngacapruknya interaktif serta dua arah, diiringi derai tawa dari si Ujang :p. Setelah capek ketawa, pasti Sakya tiba-tiba berbalik jadi ngebelakangin dan minta punggungnya digaruk. Sekarang giliran dia yang ngomong sendiri, bisik-bisik, hahahahaaaaa …. Setelah digaruk punggung, minta “mpu-mpu” (tepuk-tepuk patpat) dan pijitin kaki.

Makanya, kalau dipikir-pikir, menyapih Sakya termasuk weaning with laugh (with love juga atuh, hahaha). Nggak perlu oles-oles macem-macem, si Ibuk kan pemalas, hahahahaaaaaa ….

Nggak kerasa, sudah hampir sebulan nih Sakya nggak nenen lagi, horeeeee! Dan si Ibuk juga lega, karena Sakya berhasil disapih sebelum tiga tahun, tepatnya dua tahun tujuh bulan :D!

Advertisements