Kembali ke Bali oh Baliiiii

Image

Akhirnya jadi juga liburan ke Bali, setelah pesan tiket setahun sebelumnya (karena tiket promo, hihihiii). Saya yang booking tiket untuk rombongan lenong: saya, si Bapak, Yaya, Emak, dan Mamaknya si Yaya alias si Abang. Pergi tanggal 22 dan pulang tanggal 29 Februari, yang mendapat protes dari si Mamak  karena kelamaan dan si Emak yang harus bolos ngajar seminggu, hihihiiiiii ….

Nyaris pula ada insiden tiket hangus, karena saya salah tanggal. Kirain tanggal 22 hari Kamis, jadi saya santai-santai saja sejak Senin. Eh, taunya hari Selasa, pagi-pagi saya dapat SMS dari Neng Aci, rekan kerja saya di Sangkuriang, “Teteh lagi di mana?” Lho, apa ini? Memang ada pertemuan tanggal 21, tapi kok Aci ngirim SMS begitu? Langsung ngecek HP dan koran, ternyata … DUEEEENG, hari itu tanggal 21! Dan kami belum beres-beres! Langsung deh pulang pertemuan di Sangkuriang saya panik beres-beres, diiringi omelan Emak karena saya tidak teliti dan sebagainya dan sebagainya …. Tapi syukurlah ingetnya hari Selasa, coba kalo ingetnya hari Rabu? Dan untung diingetin Aci, kalo nggak mah ya sudahlah, lapurrrr. Sebelumnya pun si Bapak nyaris nggak bisa ikut karena ada urusan yang belum beres, dan mau nyusul pake bis, tapi syukurlah urusannya bisa ditunda seminggu.

 

Rabu, 22 Februari 2012

Rombongan lenong berangkat dari Bandung naik Cipaganti Travel di Giant Pasteur, dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta untuk bertemu dengan si Mamak. Pesawat berangkat sekitar jam 3, sampai di Bali jam 5 (waktu sana), dan kami langsung ke Puri-Puri Kecil, tempat kami menginap.

Puri-Puri Kecil ini ada di Seminyak, berupa villa-villa kecil yang berjejer dengan pagar-pagar privat. Tempatnya nyaman juga dengan harga sekian. Bisa dicek di SINI. Ini rekomendasi dari Connie, teman si Mamak yang keluarganya juga pernah menginap di sini dan ibunya nggak protes (berarti sukses hihi). Ada dapur dengan peralatan masak lumayan lengkap (tapi nggak ada rice cooker hahaha), jadi si Emak bisa masak sendiri, belanjanya juga deket, Pasar Seminyak ada di pengkolan.

Hari pertama di Bali cuma istirahat dan orientasi medan. Ternyata ada Warung Padang di seberang, jadi malam pertama makan rendang deh hehehe …. Karena capek langsung pada tidur cepat.

 

Kamis, 23 Februari 2012

Pagi-pagi saya dan si Emak ke pasar. Lalu pulangnya langsung berenang sama Yaya di kolam renang Puri-Puri Kecil. Hari itu memang berencana santai-santai dulu, memulihkan kondisi ceritanya mah. Agak siang kami ke Pantai Kuta untuk menyenang-nyenangkan si Yaya yang udah bawa peralatan main pasir (sekop ember cetakan dll). Sayang nggak dapat tempat yang enakeun, di dekat tembok jalan, karena itu yang teduh. Yaya sih asyik main air, awalnya sama si Mamak, lalu sama si Bapak. Setelah dia puas main pasir, kami pulang jalan kaki sampai Jalan Melasti, karena si Emak hobi jalan kaki, sambil liat-liat kiri-kanan. Lewat Jalan Poppies dan monumen bom bali.

 

Jumat, 24 Februari 2012

Kami berangkat agak siang, belanja dulu ke Carrefour (dan lama, biasalah ibuk-ibuk, sampe diprotes si Bapak dan si Mamak). Terus, kami menuju Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Selain melihat arca-arca—yang bikinnya di belakang rumah kami, eits gaya pisan, tapi memang rumahnya Nyoman Nuarta yang di Setraduta kan deket hahahaaa—dan pemandangan, kami juga nonton pertunjukan tari. Nontonnya dari tengah-tengah, jadi entah tari apa, yang jelas ada singa barongnya. Seperti pengalaman nonton sendratari Ramayana di Prambanan, kali ini Yaya terpana juga nontonnya, Cuma pas singa barongnya keluar dia takut dan menclok di pundak Emak, hahaha ….

Pulang dari GWK kami ke Pura Uluwatu. Tapi karena udah agak sore dan kecapean, cuma sebentar di sana, lalu pulang deh. Padahal tadinya si Mamak ngajak ke Pantai Dreamland. Ibuk dan Yaya sempat berenang lagi di kolam Puri-Puri Kecil, tapi karena hujan jadinya sebentar banget. Malam itu kami dikunjungi Connie, sayang oleh-oleh ulen atah (tape uli mentah) nggak sempat dibawa karena insiden salah tanggal.

 

Sabtu, 25 Februari 2012

Gawat, Yaya meriang, mungkin karena kecapean. Terus dia agak diare. Jadi hari itu istirahat di Puri-Puri Kecil aja. Sore-sore, si Mamak usul supaya jalan-jalan naik mobil aja ke Denpasar, biar si Emak liat-liat. Eh, taunya si sakit pengen ikuuuut … tapi tidur di mobil. Dari Denpasar, kami muter ke Sanur. Nggak mampir-mampir, beneran cuma lewat, karena khawatir ada yang BAB di tengah jalan, hihihiiii …. Sesudah itu pulang lagi, nggak malam mingguan (halaaaah … memangnya mau ke mana? Hahaha), cuma si Mamak yang keluar, ketemuan sama teman-temannya yang tinggal di Bali.

 

Minggu, 26 Februari 2012

Besoknya, pagi-pagi kami check out dari Puri-Puri Kecil dan menuju Bali Safari & Marine Park. Nah, ini sih menyenang-nyenangkan si Yaya, hehehe … Lumayan, seharian main di sana. Mulai dari liat binatang di kandangnya, nonton pertunjukan hewan, nonton gajah mandi, harimau dan piranha makan (di kandang terpisah tentunya ya), dan akhirnya safari. Masih belum puas, Yaya main komidi putar dulu. Waktu nonton pertunjukan Yaya dikasih topi harimau sama tante-tante bule yang maju ke panggung. Saking berkesannya sama pertunjukan hewan, Yaya sekarang suka ngaku-ngaku jadi Nami, hahaha … Nami dan Brownie adalah nama dua orangutan yang tampil, selain burung-burung dan binatang-binatang lainnya.

Setelah capek, kami menuju hotel. Sebetulnya hotelnya di Ubud coret, hehe … tepatnya di Jalan Raya Goa Gajah. Namanya Hotel Umah Gran, kamarnya cuma empat! Lumayan lah, sederhana tapi nyaman, suasananya tenang, tapi jauh juga dari Ubud. Sorenya main ke Monkey Forest, pokoknya hari itu full liat binatang hehe …. Monkey Forest mirip THR Djuanda di Bandung, tapi kecil, dan banyak monyet dan karya-karya seni, juga ada pura. Malamnya, si Mamak traktiran makan di Bebek Tepi Sawah (padahal yang ulang tahun si Bapak, hihiii).

 

Senin, 27 Februari 2012

Pagi-pagi, kami berangkat ke Kintamani sambil lewat desa-desa penghasil kerajinan. Sampai di Kintamani, kami sempat menyasar-nyasarkan diri, tapi akhirnya main ke Museum Gunung Batur. Edukatif pisaaaan, hahaha …. Setelah itu minum kopi sambil memandang Gunung dan Danau Batur di salah satu kafetaria di sana, lalu pulang ke hotel. Setelah istirahat, sorenya kami ke Ubud. Jalan-jalan kaki aja, muter-muterin Pasar Ubud dan beberapa kafe/toko kecil. Si Emak sempat tertarik belanja aksesoris, tapi saya larang, soalnya mahal-mahal. Tapi karena penasaran, beli juga sebiji kalung. Terus, saya nemu sebuah toko kecil yang menarik, jualan alat-alat makan dan masak, juga selai buatan sendiri! Tapi karena sudah kesorean jadi urung mampir.

 

Selasa, 28 Februari 2012

Kami check out dari Umah Gran dan menuju Goa Gajah. Guanya kecil, pendek, dan ada arca-arca raksasa peninggalan Bali praHindu. Bahkan ada arca Buddha raksasa, sayangnya sudah tumbang dan dilapisi lumut. Setelah itu, acara si Emak … belanja di Sukowati, hahaha …. Dan sukses ditipu beberapa kios, karena harganya beberapa kali lipat kios lainnya :p. Pulang dari Sukowati si Emak agak ngomel karena harga kalung yang dibeli di Ubud berapa kali lipat harga di Sukowati, hihihiiiii ….

Kami balik lagi ke Puri-Puri Kecil, dengan pertimbangan tanggung, biar praktis nggak usah cari-cari hotel lain lagi. Setelah istirahat sebentar, saya, Yaya, dan si Mamak main ke Pantai Seminyak. Di sini lebih beradab daripada Pantai Kuta, banyak kafe kecil dan lebih nyaman ternyata. Kata si Mamak, coba dari awal tau, main ke sini terus deh. Lebih dekat dengan Puri-Puri Kecil juga.

Pulang dari pantai, saya dan si Emak jalan kaki … mencari kacang Bali! Hahaha …. Soalnya si Emak cuma beli dua bungkus di Sukowati. Kami jalan kaki (sambil window shopping sih) dari Seminyak sampai Legian. Saya suka baju di butik-butik Seminyak, sederhana, banyak tunik-tunik lucu (saya suka tunik sih). Kalau di Bandung sih kebanyakan modelnya buricak-burinong dengan bunga mekar di sana-sini, hahahaaa …. Jadi kepikiran, kenapa pada umumnya, harga baju sederhana malah lebih mahal daripada baju “artis”? Padahal kan hemat, nggak perlu jait aplikasi, mute-mute, atau bordir-bordir dan lainnya.

Setelah nemu kacang bali (di supermarket Sunset Road), saya dan si Emak beli pizza di pizzeria Jalan Kunti, yang katanya beken di kalangan anak gahol Jakarta (kata si Abang ya). Penuuuuh … tapi memang relatif murah sih, untuk ukuran tempat makan a la Barat. Yang punya orang Italia, masih muda, dan dia juga sibuk ngontrol ke sana kemari, keluar masuk dapur. Selain pizza, ada makanan-makanan lain yang sistem pesannya mirip Warung Padang, tunjuk kaca, hahahaa …. Ada beragam jenis pasta, salad, dan lain-lain.

 

Rabu, 29 Februari 2012

Saatnya pulaaaaang! Pagi-pagi, karena mobil rentalnya sudah dikembalikan, kami naik taksi ke Bandara Ngurah Rai. Lebih baik nunggu lama di bandara daripada telat, bukaaan? (Teringat pengalaman saya dan si Bapak waktu honeyweek, nyarisss aja ditinggal karena sepupunya belum juga ngejemput hehe). Sampai di Jakarta jam 10.15, lalu makan dulu di kapece (KFC maksudnya, kata si Yaya), nunggu travel ke Bandung jam 12.30.

Si Mamak khawatir Yaya ngadat kalau dia nggak ikut balik ke Bandung, tapi ternyata nggak, hehehe …. Dan akhirnya, pulang ke rumah dengan selamat!

 

Kesimpulan

  • Waktu seminggu memang awalnya terasa kelamaan, tapi ternyata ada beberapa hari yang bolong, tanpa kegiatan ke manaaa gitu. Nggak apa-apa sih, jadi bisa dipake buat istirahat.
  • Masih ada beberapa tempat yang belum dikunjungi dan kegiatan yang belum dilakukan: Pantai Dreamland, Pulau Penyu, Tanah Lot, Desa Trunyan, juga arung jeram di Sungai Ayung (biar si Emak sih yang nyoba, sungainya aman kok), safari gajah di Ubud, olahraga air di Nusadua, dan lain-lain.
  • Setelah honeyweek tiga tahun lalu, saya nggak keberatan tinggal di Bali. Sekarang pun begitu, setelah Bandung dan Malang. Setelah Bali bolehlah Bogor, tapi males macetnya juga hehe …. Tapi jangan di dekat-dekat keriaan, mending di sekitar Ubud atau lebih ke gunung lagi
  • Foto-foto (sebagian) ada di SINI, sebagian lagi di kamera si Mamak, katanya baru pulang akhir bulan ke Bandung :p.