Satu Pintu Menutup, Banyak Jendela Terbuka

Kali ini gagal lagi, seperti sekian belas tahun sebelumnya, hahaha …. Bedanya, sekian belas tahun lalu saya betek berat. Biasalah, namanya juga anak muda. Lagian, kesempatan untuk mencoba lagi pun terbatas. Sekarang, kesempatan masih banyak, mau mencoba sepuluh atau dua puluh tahun lagi pun masih bisa.

Kecewa sih pasti. Tapi, setelah dipikir-pikir, memang salah saya juga. Persiapannya tidak matang, di sela pekerjaan dan mengurus anak. Berarti, memang saya belum mampu membagi pikiran ke situ.

Selain itu, setelah dipikir lagi, ternyata … saya berdoa meminta hal lain. Sepertinya, doa lain itu yang duluan bakal dikabulkan, setidaknya jalan ke sana sudah terbuka, meskipun harus bekerja seperti romusha, haha!

Seperti yang banyak saya dengar, satu pintu menutup, masih banyak pintu lain terbuka. Masih ada jendela juga. Masih ada ventilasi. Masih bisa ngebongkar atap juga, hihihi ….

Jadi, nggak ada waktu untuk berdiam dan bersedih, markitrod, siapkan handuk badjuri untuk menyeka keringaaat! 😀

Advertisements

2 thoughts on “Satu Pintu Menutup, Banyak Jendela Terbuka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s