Si Korban Sinetron

Jumat lalu, saya ngajak Yaya ke Museum Geologi. Eh, ternyata tiap Jumat dan hari besar tutup. Akhirnya Yaya minta ke Kebun Binatang. Oke, dengan perjanjian: nggak minta gendong dan nggak beli mainan.

image

di kandang wauwau yang cerewet

Di sekitar Gasibu, Kami berpapasan dengan mobil jip Rubicon. Dasar cowok bensin, Yaya langsung teriak, “Buk, mobilnya bagus!” Memang, saya menyahut.

Lalu, dia bilang, “Nanti kalo Yaya udah besar, Yaya mau beliin Ibuk Rubicon. Ibuk suka warna apa?” Hitam, saya jawab. “Yaya mah sukanya yang biru.”

Lalu saya tanya, kapan, kalau Yaya sebesar apa? Setinggi jerapah? (Karena dia janji, kalau sudah setinggi jerapah dia mau gendong Ibuk.)

Yaya jawab “Kalo udah sebesar Haji Muhidin!”

Saya bilang, kalau Yaya sebesar Haji Muhidin, Ibuk setua apa dong?

“Ibuk sebesar Mak Enok!” jawab si Yaya.

Hadeeuuuuh! :p

(Ini gara-gara dia suka tidur sama si Emak, sebelum tidur pasti ikutan nonton. Dan tokoh favoritnya adalah Bos Romlah, sampai hafal “Lebbbih nganga!” Ibuk speechless lah.)

Advertisements

6 thoughts on “Si Korban Sinetron

  1. Huahahaaaaaaa Sarkuyaaaaa aarua we sama Si Ibuukkk… Benaaarrrr Ibuk mirip dgn Mak Enoookk…. Huahahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s