Mengurangi Beban Duniawi

even-living-rooms-are-de-cluttered-the-only-furniture-here-is-a-desk-and-chair

Gambar dari tautan di bawah

Di timeline Facebook, berseliweran tautan tentang gerakan hidup minimalis yang sedang gencar di Jepang, terinspirasi ajaran Zen.

Jauh sebelum tautan ini muncul, sebenarnya saya sudah malas beli baju. Awalnya sih karena jarang nemu yang sesuai selera, dan saya heran, kenapa baju-baju sederhana biasanya malah lebih mahal daripada baju-baju dengan banyak hiasan? Lama-lama, keterusan malas, mau di mal, di outlet, beli online, kalau kata orang Sunda mah barieukeun. Memang sih, akhir-akhir ini bokek terus hihi …. Tapi, kalau pas pegang uang nggak pernah kepikiran juga.

Kesadaran ini mulai terasa pas beres-beres baju sebelum pindah ke Sariwangi. Isi lemari saya berkurang setengahnya. Dan semakin terasa waktu hidup “nomaden”, bolak-balik Sariwangi-Sarijadi. Ternyata manusia nggak butuh banyak pakaian. Menurut saya, sepuluh potong baju atasan sudah cukup, bawahan (rok, celana) cukup empat. Itu sudah termasuk baju tidur. Warna dan model netral, jangan bermotif (Itu teori saya ya hihi).

Tapi, ini belum bisa diterapkan pada anak-anak ya. Apalagi Lula masih berpopok dan Yaya harus berseragam ke sekolah. Baju-baju mereka juga cepat kotor dan bau kecut, jadi harus sering ganti.

Bagaimana dengan barang-barang lain? Karena saya pemalas, sebenarnya nggak suka pekerjaan rumah tangga, gaya hidup minimalis ini cocok banget. Saya nggak suka hiasan dan pajangan rumah. Malas bersihin debu. Karpet berbulu-bulu dan tirai-tirai berimpel juga nggak suka, sarang debu, sering bikin gatal. Ada perkecualian sih, buku. Apalagi buku-buku anak kesukaan saya sejak kecil, yang langka dan sulit dikumpulkan. Juga buku terjemahan dan suntingan saya. Tapi, akhir-akhir ini juga malas beli buku fisik, selain buku anak untuk Yaya dan Lula. Meskipun mata sepet, numpuk e-book ternyata lebih praktis.

Suatu saat, saya ingin sekali hidup seperti tautan di atas. Punya barang yang fungsional saja, nggak berlebihan. Rasanya kok ringan ya. Beban duniawi berkurang banyak. Kalau dikaitkan dengan sisi religius, Rasulullah SAW juga hidupnya seperti begini. Tapi, saya mah alasannya cemen, sebagian besar karena PEMALAS hihi ….

 

Advertisements