Memperpanjang SIM di Outlet BTC Bandung

Wew, untung ada pembicaraan di salah satu grup whatsapp tentang SIM. Kalau nggak, lapur (apa sih bahasa Indonesianya lapur teh nya, hahaha) deh, harus bikin baru. SIM C saya sudah kadung kedaluwarsa, males aja kalau SIM A juga. Sebelum pergi ke BTC, saya googling dulu tentang ini. Cuma ada satu blog yang menulis pengalaman memperpanjang SIM di BTC, tapi ternyata salah informasi, hiks.

Sehari sebelum tanggal kedaluwarsa, saya datang ke BTC dengan si Yaya. Menurut info di blog yang saya baca, outlet buka sampai jam 20.00. Tapi, ternyata jam 3 outlet sudah sepi, formulir habis. Petugas penjaga bertanya, kapan SIM saya kedaluwarsa? Saya jawab besok. Kata si Bapak, kalau nggak mau bikin baru, usahakan besok sepagi mungkin datang lagi. Hadeuh, perpanjang SIM gagal, tapi terpaksa dipalak main Animal Kaiser sebagai sogokan si Yaya!

Besok paginya, saya datang jam 8 pagi membawa si Lula (soalnya Emak sakit, nggak bisa dititipin 😦 ). Ternyata sudah banyak orang di depan outlet, lantai paling bawah BTC. Tapi saya bengong-bengong dulu, duduk di sana, karena nggak ada petunjuk daftar ke mana, harus ngapain. Syukurlah ternyata ada seorang bapak yang memberitahu kalau kami harus menulis nama di sebuah daftar yang ditempel di pintu kaca ruang pemeriksaan kesehatan (letaknya di belakang outlet). Saya dapat urutan 49, syukurlah (menurut rumor, sehari hanya tersedia 90 formulir). Tapi karena ruang pemeriksaan kesehatan dan outlet belum buka juga, saya dan si Lula jalan-jalan dulu di lantai atas (yang masih gelap karena belum pada buka, hiks hiks).

Setelah sarapan roti, kami turun lagi dan setelah menunggu sebentar, kami disuruh baris oleh si teteh petugas pemeriksaan kesehatan (yang kecil-kecil tapi tegas, melarang orang-orang meninggalkan antrean kalau nggak mau disela hihi). Sebetulnya sih yang antre di depan dan belakang saya baik-baik, kalau saya mau duduk dulu atau ke mana dulu sok aja kata mereka. Tapi malas juga, khawatir nanti pas balik lagi giliran saya sudah terlewat. Jadilah mati gaya mengantre bersama si Lula. Entah berapa lagu yang sudah kami nyanyikan di antrean. Otot juga makin kencang karena gendong, muter-muter, dan ngangkat-ngangkat si Lula (hadeuh…). Sebelum tes, serahkan fotokopi KTP dan SIM lama kita ke petugas pemeriksaan. Terus, biasanya petugas bertanya, mau sekalian laminating SIM nggak? Kalau ya, bayar Rp. 5.000.-.

Sekitar jam 9, ruang pemeriksaan kesehatan baru buka. Antrean beringsut maju sedikit-sedikit. Tapi pemeriksaan tiap orang berlangsung cepat, hanya diperiksa tekanan darah, ditanya berat badan, tes penglihatan (disuruh baca huruf-huruf seperti di dokter mata), tes buta warna. Setelah itu, tunggu dipanggil di loket outlet untuk membayar dan mendapat formulir (perpanjang SIM A bulan Oktober 2016 harganya Rp. 170.000,-. SIM C kalau nggak salah Rp. 150.000,-). Formulir harus diisi di situ (kalau bingung, lihat contoh yang ditempel di dinding, kalau kita menghadap loket pertama, ada di sebelah kanan. Nomor resi dikosongkan saja, diisi oleh petugas), lalu dimasukkan lagi ke kotak kardus di jendela tempat pengisian formulir di belakang loket pertama.

Setelah itu, tunggu dipanggil untuk difoto (dan seperti biasa, kamera, eh entah fotografernya hihi, pembuatan SIM atau KTP paling bisa menemukan sisi gelap, sisi kucel, dan sisi kelam seseorang, hahaha!). Setelah difoto, diambil sidik jari, dan tanda tangan, tunggu sampai SIM-nya jadi deh, nanti dipanggil di loket sebelah kiri loket pertama. Setelah mendapat SIM, kalau tadi kita bayar untuk laminating, balik lagi ke ruang kesehatan, teteh-teteh petugas di sana yang mengerjakan.

Ada beberapa hal yang harus dibawa/diingat saat memperpanjang SIM di sana:

  1. Bawa fotokopi KTP dan bolpen. Sebetulnya ada tempat fotokopian yang juga jual bolpen di depan outlet, tapi mending siapkan sebelumnya. Soalnya waktu itu, fotokopian bukanya lebih siang daripada antrean tes kesehatan dimulai.
  2. Datang sepagi mungkin boleh, langsung cari ruangan tes kesehatan di belakang outlet, tulis nama di situ. Boleh ditinggal sih, tapi jangan lama-lama. Tes kesehatan mah cincai, semua juga lulus sih hihiii ….
  3. Kalau perpanjang dua SIM, tulis nama di daftar dua kali (berurutan), di samping kolom nama ada kolom keterangan jenis SIM. Tes kesehatan sih cukup sekali, tapi nanti dapat dua formulir.
  4. Kalau bisa jangan bawa anak kecil. Khawatir bosan kaya si Lula. Kecuali kalau si anak kecil tenang dan jarang pengen lari-lari ke sana kemari.
  5. Pasang telinga baik-baik, soalnya di tiga loket yang ada di outlet, suara petugasnya kurang keras (Saya heran kenapa nggak pake mikrofon aja).
  6. Sistem belum secanggih outlet SAMSAT di Giant, jadi yah maklum aja kalau berdesakan hehe….
  7. Hanya tersedia 120 formulir per hari, jadi betulan harus datang pagi. Jam 9 formulir sudah habis.

Proses dari daftar di antrean pemeriksaan kesehatan sampai dapat SIM baru memakan waktu sekitar tiga setengah sampai empat jam. Menyebalkan sih waktu terbuang begini, tapi yah gimana lagi, susah kalau diwakilkan hehe….

Oh iya, satu lagi, pastikan alamat KTP dan SIM sama. Kalau beda, prosesnya lebih sulit lagi. Waktu itu ada kasus begini, tapi maaf saya nggak terlalu memperhatikan, samar-samar saya dengar ada yang harus diurus ke Polwiltabes di Jalan Jawa.

Mudah-mudahan pengalaman saya ini berguna ya.

 

Advertisements

6 thoughts on “Memperpanjang SIM di Outlet BTC Bandung

  1. Dulu sih karena alamat KTP dan sim saya beda, saya harus buat baru, ya ampun ribet banget dah, kapok. hahhaha

  2. Lapur = Hangus.

    Hari ini gagal perpanjang SIM, ke SIM corner batununggal jam 9 antrian kesehatan sudah 102, sialnya waktu datang ngga tau jadi antri di bagian sim, setelah setengah jam perasaan nggak enak, tanya ke orang, ternyata harus antri di bagian kesehatan dulu. apes dah. hahaha. langsung berangkat ke BTC, eh ban bocor dan beberapa kali kena razia, belum lagi macet parah, sampai BTC jam 11, antrian udah seperti antri sembako, sampai melengkung, alhasil pulang.

    Ngobrol2 sama orang yang antri, sim corner buka jam 9, sudah pada antri ada yang dari jam 7. Nanti besok saya akan datang jam 6. hahaha.

    6. Sistem belum secanggih outlet SAMSAT di Giant, jadi yah maklum aja kalau berdesakan hehe….
    Maksudnya gimana ini ya? apakah di Giant ngga sengantri ini?

    7. Hanya tersedia 120 formulir per hari, jadi betulan harus datang pagi. Jam 9 formulir sudah habis.
    Yang saya takutkan ini nih 5th yang lalu saya datang jam 2 siang masih dapat formulir dan yang ngantri hanya 2 orang, kalau paginya memang sampai ratusan sepertinya. Kalo sekarang jadi takut datang siang, takut formulir sudah habis, karena pengguna kendaraan bermotor semakin ramai.

    Harusnya tempat perpanjang sim ditambah nih, di jaman serba sibuk ini sayang waktu untuk ngantri 3jam.

    • terima kasih udah menemukan padanan lapur hahahaaaa…

      Outlet SAMSAT si Giant mah udah rapi sistemnya, mirip-mirip di bank lah, kalo di BTC kan petugasnya manggil dengan suara ngajorowok :p Ngantre juga enak, soalnya ada tempat duduk dan ruangan tertutup, ber-AC. Iya, risiko datang agak siang kalo nggak antrean panjang ya formulir abis. Emang nyebelin sih, waktu terbuang karena antre lama. Oiya, saya belum pernah perpanjang di mobil SIM keliling, kayanya beda lagi pengalamannya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s