Mengartikan Bahasa si Lula

Dulu waktu si Yaya masih bayi dan balita, saya rajin menulis tahap-tahap perkembangannya. Setelah ada si Lula, bisa ngintip blog tiga bulan sekali juga udah alhamdulillah hehe….

lula

Nyengir, difotoin sama si Mamak Robin

Perkembangan Yaya dan Lula berbeda.Kalau si Yaya telat jalan dan ngomong. Dia baru lancar jalan sekitar umur lima belas-delapan belas bulan, tapi setelahnya langsung lari-lari! Ngomong juga cuma “Maaahhh! Maaaahhhh!” tapi setelah bisa ngomong, kok yang keluar satu kalimat lengkap (dan baku pulak) hihi …. Kalau si Lula, rasanya nggak ada perkembangan drastis, dia bisa jalan dan ngomong secara bertahap.

Tapi, kalau diperhatikan, si Lula itu cenderung sengau, kalo bahasa Sunda-nya ngirung. Pada usianya sekarang (tiga tahun kurang dua minggu), dia masih belum bisa bilang huruf “S” di awal kata. Kalau bilang “esss” bisa, tapi “susu” jadi “u-u”, “sofa” jadi “o-a”, “Tante Shasa” jadi “Tante Haha”. Kebanyakan kata yang sulit dia ucapkan jadi ha, misalnya “ternyata” jadi “ahata”. Kadang keras kepala juga sih, dia bisa bilang “boneka”, tapi keukeuh jadi “ohoka”. Kekeraskepalaan ini juga muncul pada huruf vokal, dia bisa bilang “Ibuk” tapi keukeuh manggilnya “Mbooook” dan “Uni” jadi “Oneeee” hahaaa ….

Dulu si Yaya punya beberapa bahasa yang misterius. Misalnya “Hiiy, labi-labi!” yang ternyata “gelap!” (dari “gelap, gelap hiiii!”) dan yang sampai sekarang belum terkuak adalah “Aciiciciaaaa!” (kalau melihat sesuatu diurai, misalnya rafia diurai dari gulungan, tisu diurai dari gulungan, dll).

Kalau si Lula, kasusnya adalah lagu. Lula itu Princess Syalala, sejak umur delapan bulan dia sudah bersenandung “Hmmm hmmm hmmmmm!” dengan wajah lempeng dan sedikit menggeram. Semakin besar, semakin suka bernyanyi. Kalau si Yaya suaranya lembut, merdu merayu, kalau Lula lebih ngerock! 😀 Karena hobinya nonton Youtube yang banyak lagu-lagunya, dia sudah hafal banyak, mulai dari lagu anak Indonesia, nursery rhymes berbahasa Inggris, dan … lagu-lagu Jepang. Ini yang sulit soalnya saya belum ngerti bahasa Jepang hahahaaa ….

Setahun lalu, dia suka nyanyi “Naik ndahhhh… ing ing Bapaaaap!” terus kami yang mendengarkan bingung, lagu apa sih? Naik becak? Bukan. Naik delman? Bukan. Kring-kring ada sepeda? Bukan juga. Naik sepeda sama si Bapak? (Karena dia manggil Bapak dengan sebutan Bapap) Ternyata bukan juga. Baru beberapa bulan lalu terkuak, ternyata liriknya “Naik sepeda… keliling-liling kota!” (coba search di Youtube, lagu Sepeda, penyanyinya Daffa hihi)

Terus, ada sebuah permainan yang suka dia lakukan sama si Yaya. Begini: “Cacis?” (sambil bergaya nunjuk atau menirukan pistol), “Hukhukhuk!” (mengepalkan tangan, gaya menumbuk), dan “Aaaaaaaaaaaaaaa!” (suaranya bergelombang, kedua tangannya menepuk-nepuk di depan dada). Main apa siiiih… Kata si Yaya itu main gunting kertas batu, tapi dia juga nggak yakin haha …. Mungkin juga betul sih, cacis itu gunting, hukhukhuk batu, aaa kertas. Tapi, si Lula sering seenaknya mengganti kata-katanya, misalnya si Bapak baru pulang, dia bilang “Bapap? Pap pap pap, Bapaaaaaaaap!” atau melihat apa pun di sekitarnya, misalnya ikan “Ikan? Kan kan kan, Ikaaaaaaaan!”

Setelah keranjingan lagu-lagu Jepang, ada beberapa yang misterius lagi. Satu berlirik “Oehehem, oehehem, oehehem!” dengan nada datar sambil membentur-benturkan dua kepalan tangan. Yang kedua “Ai huhupet, ai huhupet, huhahuhahuhahuhah ai huhupet!” Lagu apa cobaaaaa? Awalnya dikira arti “Ai huhupet” adalah “no more monkey jumping on the bed!” tapi kok ada bagian huhahuhahuhahuhah itu ya? Jadi, ini masih misteri. Yang ketiga adalah “Entoh entoh holihiooooo… Onehhhhhh!” Kalo kata si Yaya sih ini lagu berbahasa Jepang, tapi sampai sekarang saya belum nemu lagunya yang manaaaaa ….

Jadi, apakah ini akan jadi misteri tak terpecahkan lagi? 😀

 

UPDATE

Dua misteri terpecahkan. Lagu oehehem ternyata Ram Sam Sam, ai huhupet ai huhupet huhahuhahuhahuhahuhah ternyata “Jelly on the plate, jelly on the plate, wibble-wabble, wibble-wabble…”

Entoh-entoh holihio ada di lagu Jepang Gyu-Gyu, tapi masih belum ketauan, sebetulnya gimana liriknya.

Advertisements

5 thoughts on “Mengartikan Bahasa si Lula

  1. hahaha… lulaaa… *cubit pipinya*

    kalo problemku: zaidan udah mau 6 taun, masih bermasalah di banyak pronounce. jadi, suka bikin dirinya sendiri frustasi pas nggak dipahami orang lain. tapi kalo lagu, kebetulan aku denger bareng, jadi rada sering bisa bantu benerin. cuma kalo kalimat atau kata-kata yang dia ucapkan, tah… hahaha… sering jadi misteri tak terpecahkan. masalahnya, si budak suka minta kita ngulangin kata-katanya sementara kita ga tau dia itu ngomong apaaaa…. 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s