Satu PR Selesai …. (Tapi Masih Ada)

img-20161119-wa0007

lagi jadi model skuter matik, difotoin Tante Vivi

Akhirnya, si Lula menyapih diri sendiri, pada usia tiga tahun lewat sebulan! 😀

Kalau Yaya menyapih diri sendiri umur dua tahun delapan bulan. Itu juga gara-gara si Ibuk ada kerjaan di Baros selama dua minggu dan pulang malem melulu, jadi dia tidur sama Emak dan kepaksa nggak nenen. Setelah kerjaan selesai, nggak nenennya keterusan.

Waktu si Lula ini, nggak ada kerjaan atau apa gitu yang mengharuskan si Ibuk pulang malem. Jadi yah agak lebih sulit. Kalau si Bapak udah pulang, biasanya bisa tidur ditemani si Bapak (dengan usap-usap, tepuk-tepuk, garuk-garuk, atau pijit, enaknyaaaa). Tapi kalau Bapak pulang malam, akhirnya balik lagi nenen, hiks ….

Awalnya khawatir, mau sampai kapan nenen meluluuuu …. Masa sampai masuk TK? (Hiiiiy ngeriiii wkwkwk) Tapi, sama seperti si Yaya, nggak ada usaha-usaha tambahan seperti oles-oles brotowali, betadin, ditempel plester, apalagi minta doa sama siapa gitu (bukan apa-apa, si Ibuk mah pemalas weh :p)

Keberhasilan menyapih diri sendiri (meskipun lamaaa) ini dipengaruhi oleh apa coba … permen karet. Jadi, kalau dia jajan ke Uni (warung depan rumah Sarijadi), dia suka pengen beli permen karet. Karena khawatir tertelan, biasanya si Ibuk bilang, “Permen karet itu untuk anak yang udah gede, yang udah nggak nenen.”

Mungkin omongan ini melekat di benak si Lula, karena sekitar dua minggu lalu, suatu malam sebelum tidur, tiba-tiba dia bilang “Nggak nenen, kan Lula udah besar. Tapi mau beli permen karet.” Si Ibuk kira cuma semalam dia begitu, eh besok malemnya juga sama, nggak mau nenen. Dan keukeuh mau permen karet yang bulet hihihiiii ….

Agak lama, baru deh dia merasakan permen karet hadiah berhenti nenen. Baru minggu lalu, pas si Yaya beli permen karet (padahal jarang-jarang dia beli), dia kasih Lula satu. Si Ibuk udah berpesan “Jangan ditelan ya!” berulang-ulang. Lula bilang iya. Sampai ngunyahnya diawasi (bukan khawatir tertelannya sih, tapi takut tersedak). Eh … tapi pas meleng sesaat, paling cuma dua detik, dia udah cengar-cengir. Permen karetnya raib! Terus pasang tampang bersalah gitu dengan senyuman sok polos (hadooooh….)

Yah, begitulah kisah sapih-menyapih ini. PR si Ibuk masih ada satu lagi: Toilet Training. Terutama pipis (kalau pup biasanya keburu dibawa ke WC hehe). Kita tunggu aja ya, ada cerita apa lagi nanti hihihiiii ….